Donald Trump Ubah Nama AI Jadi SI, Alasannya Tak Terduga
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden AS Donald Trump memerintahkan seluruh instansi pemerintah Amerika Serikat untuk mengganti istilah 'artificial intelligence' (AI) menjadi 'super intelligence' (SI). Keputusan ini diumumkan dalam Sidang Umum PBB dengan alasan kata 'artificial' atau 'buatan' terkesan tidak elegan, tidak asli, dan kurang bernilai, sementara kemampuan teknologi tersebut dinilai sudah melampaui manusia.
Kebijakan ini memicu perdebatan. Pendukung menilai nama baru tersebut mencerminkan kekuatan teknologi yang semakin maju. Sebaliknya, ilmuwan dan pengamat bahasa menganggap perubahan ini tidak tepat karena kata 'buatan' merujuk pada asal-usul sistem yang diciptakan manusia, bukan kualitasnya. Kritikus menilai langkah ini hanya gaya bicara Trump yang gemar mengubah nomenklatur untuk memicu kontroversi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 22 September 2026 pukul 20.15
Amazon Mendadak Blokir Muse, Agen AI Belanja Milik Meta
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 15.15
Apple Kena Getah Krisis Memori, Harga iPhone Terancam Naik pada 2027
JawaPos · 22 September 2026 pukul 11.31
Jensen Huang Bantah Klaim AI Akan Memusnahkan Manusia pada 2030
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 10.28
AI Alodokter Raih Temuan Keselamatan Klinis 98,8 Persen, Studi Libatkan Peneliti Stanford dan UC Berkeley
Berita terkait
Donald Trump Umumkan Siap Membentuk Pasukan AI
SINDOnews · 20 September 2026 pukul 09.02
Debat Regulasi AI di AS Memanas: Inovasi atau Ancaman
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 15.34
Pihak China 'Ogah' Diajak Pihak AS Kurangi Pengembangan AI
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 23.19
Amerika Terpecah Belah, Banyak Orang Teriak Bahaya Kecuali Trump
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 19.50