DPR Pertanyakan Rencana Pembukaan 200 Juta Rekening Baru untuk Penyaluran Bansos
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Pemerintah berencana membuka hingga 200 juta rekening bank baru melalui Himbara untuk mendukung penyaluran bansos dengan alokasi anggaran sekitar Rp11 triliun. Program ini mencakup dana awal sebesar Rp50.000 per rekening. Namun, rencana tersebut mendapat kritik dari Anggota DPR Muhamad Abdul Aziz Sefudin yang menilai langkah ini perlu dikaji lebih matang agar tepat sasaran.
Kritik utama tertuju pada urgensi target jumlah rekening yang dianggap terlalu besar. Berdasarkan data LPS, masyarakat usia produktif yang belum memiliki rekening pada 2026 hanya sekitar 15,3 juta orang, jauh di bawah target pemerintah. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan efisiensi anggaran serta risiko pembukaan rekening ganda bagi warga yang sudah memilikinya, yang berpotensi meningkatkan jumlah rekening pasif atau dorman.
Aziz meminta pemerintah memberikan penjelasan transparan mengenai dasar perhitungan target dan penggunaan anggaran. Ia menekankan pentingnya evaluasi cost-benefit agar program memberikan manfaat nyata dan fokus pada ketepatan sasaran penerima bansos daripada sekadar mengejar jumlah rekening yang dibuka.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Warta Ekonomi
Soal 200 Juta Rekening untuk Penyaluran Bansos, DPR 'Masih Bingung' dan Pertanyakan
16 September 2026 pukul 01.30 · Baca aslinya ↗
JPNN.com
Rencana Pemerintah Buka 200 Juta Rekening Bansos Massal Perlu Dikaji Lebih Matang
16 September 2026 pukul 03.46 · Baca aslinya ↗