Rencana Pemerintah Buka 200 Juta Rekening Bansos Massal Perlu Dikaji Lebih Matang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhamad Abdul Aziz Sefudin dari PDI Perjuangan, menyoroti rencana pemerintah untuk membuka hingga 200 juta rekening baru guna mendukung penyaluran bansos. Ia menilai langkah ini perlu dikaji lebih matang agar sesuai kebutuhan dan tepat sasaran. Pemerintah mengalokasikan Rp11 triliun melalui Himbara untuk kegiatan pembukaan rekening massal ini. Menurut Aziz, fokus tidak harus pada jumlah rekening yang dibuka, melainkan pada ketepatan sasaran penerima bansos. Ia menekankan pentingnya transparansi terkait urgensi dan sasaran spesifik dari target 200 juta rekening tersebut. Data LPS mencatat jumlah masyarakat usia produktif di Indonesia yang belum memiliki rekening hanya sekitar 15,3 juta pada 2026, jauh di bawah target pemerintah. Selisih ini menimbulkan kekhawatiran akan efisiensi penggunaan anggaran. Aziz juga khawatir adanya risiko pembukaan rekening ganda bagi warga yang sudah memiliki rekening, yang dapat menambah jumlah rekening pasif atau dorman. Ia menyerukan agar pemerintah menjelaskan secara transparan mengapa target begitu besar dan bagaimana mencegah duplikasi rekening.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 01.30
Soal 200 Juta Rekening untuk Penyaluran Bansos, DPR 'Masih Bingung' dan Pertanyakan
Berita terkait
Uji Coba Awal 2027, Bansos Buat 50 Juta Orang Disalurkan Lewat Rekening
kumparan · 11 September 2026 pukul 07.45
Luhut Targetkan Uji Coba Rekening Bansos Kuartal I 2027
CNN Indonesia · 10 September 2026 pukul 20.51
Anggota Komisi II Minta Pemberian Rekening WNI Diawali Benahi Data Dukcapil
kumparan · 10 September 2026 pukul 20.22
50 Juta Warga Termiskin Desil 1-5 Bakal Dapat Bansos Langsung ke Rekening
Liputan6.com · 10 September 2026 pukul 17.30