Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

DPR Bahas Dampak AI pada ASN: Efisiensi vs Penyesuaian Kebutuhan

Dewan perwakilan rakyat (DPR) sedang membicarakan dampak penggunaan kecerdasan buatan (AI) terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN). Dede Yusuf, wakil ketua Komisi II DPR, mengusulkan efisiensi jumlah ASN di kecamatan dari 40-50 orang menjadi 15-20 orang, didasarkan pada efisiensi yang ditimbulkan oleh digitalisasi dan AI. Ia mencontohkan bahwa pembuatan presentasi yang dulu membutuhkan 2-3 orang kini dapat diselesaikan oleh satu orang dengan bantuan AI. Dede juga meminta Lembaga Administrasi Negara (LAN) untuk menyiapkan konsep pengembangan kompetensi ASN agar mampu beradaptasi dengan AI.

Di sisi lain, Ahmad Irawan dari Komisi II DPR menyatakan bahwa penggunaan AI tidak otomatis mengurangi jumlah ASN, melainkan merupakan penyesuaian kebutuhan untuk mengoptimalkan pelayanan publik. Ia menekankan bahwa keputusan penambahan atau pengurangan ASN harus didasarkan pada asesmen pemerintah, karena tidak semua pekerjaan ASN dapat digantikan oleh AI. Muhammad Khozin dari PKB juga menyebutkan sektor yang berpotensi terdampak oleh AI, seperti administrasi perkantoran, pengelolaan dokumen, layanan chatbot, verifikasi data, laporan rutin, dan analisis statistik. Namun, ia menegaskan bahwa AI hanya dapat menggantikan pekerjaan rutin, bukan fungsi ASN yang memerlukan diskresi, empati, atau pengambilan keputusan publik.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh menyatakan bahwa AI adalah alat bantu, bukan pengganti ASN. Mereka menekankan bahwa peran ASN seperti pertimbangan kebijakan, penilaian konteks sosial, tanggung jawab administratif, dan empati tidak bisa digantikan oleh AI. Kedua belah pihak juga menyatakan pentingnya peningkatan kompetensi ASN dan transformasi digital pemerintah untuk memaksimalkan pemanfaatan AI. Muhammad Taufik dari LAN menyatakan telah melakukan transformasi pengembangan kompetensi ASN dengan fokus pada AI, bekerja sama dengan Microsoft, Google, AWS, dan start-up teknologi.

Menurut tiap media