Ekonom Bank Terbesar Kedua Rusia Dipecat Usai Kritik Ekonomi dan Perang Ukraina
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Andrei Klepach, Kepala Ekonom di Bank Pembangunan Milik Negara VEB (bank terbesar kedua di Rusia), dipecat setelah mengkritik kondisi ekonomi Rusia dan memperingatkan bahwa perang di Ukraina akan memicu krisis sosial besar. Dalam pidato Mei lalu, Klepach menyatakan Rusia tidak akan memenangkan perang berkepanjangan yang menguras sumber daya, dan meski tidak akan runtuh secara ekonomi, ketertinggalan dari negara lain akan semakin melebar. Ia juga menyebut Rusia tertinggal dari China dan AS secara ekonomi, serta dalam beberapa aspek dari Ukraina. Liputan6 melaporkan pemecatan dilakukan atas perintah Kremlin, sementara CNBC Indonesia menyebut laporan media independen Rusia The Bell bahwa pemecatan berkaitan langsung dengan penilaian kritisnya.
Kedua media memberikan gambaran berbeda mengenai dampak ekonomi perang terhadap Rusia. Liputan6 menyebut defisit anggaran Rusia dalam empat bulan pertama 2026 mencapai 5,87 triliun rubel (sekitar US$81 miliar), jauh melampaui target tahunan 3,79 triliun rubel, dengan harga minyak naik akibat konflik AS-Iran membantu keuangan Rusia. Sementara itu, CNBC Indonesia melaporkan pemerintah Rusia melalui kedutaannya di Inggris menyebut utang publik luar negerinya hanya sekitar US$57 miliar, jauh lebih kecil dibandingkan biaya pelayanan utang AS, Inggris, Italia, maupun Prancis, dan menegaskan sanksi Barat tidak memberikan dampak yang diharapkan.
Sejumlah analis independen yang dikutip CNBC Indonesia, termasuk ekonom Swedia Anders Aslund dan peneliti senior Nigel Gould-Davies, menyatakan bahwa ekonom terbaik Rusia justru yang paling khawatir terhadap kondisi negara. Ekonomi Rusia saat ini sangat bergantung pada belanja militer, kenaikan pajak, dan penyaluran kredit perbankan bersubsidi, yang menyembunyikan persoalan struktural di balik data pertumbuhan yang masih positif. Liputan6 menambahkan bahwa Kremlin mencari pendapatan tambahan melalui pajak dan tekanan pada oligarki, di tengah meningkatnya tekanan tidak toleransi terhadap kritik internal.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Liputan6.com
Ekonom Bank Terbesar Kedua Rusia Dipecat Gara-Gara Kritik Perang Ukraina
18 Agustus 2026 pukul 17.46 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Sebut Ekonomi Tangguh, Negara Ini Pecat Ekonom yang Peringatkan Krisis
19 Agustus 2026 pukul 11.40 · Baca aslinya ↗