Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Sebut Ekonomi Tangguh, Negara Ini Pecat Ekonom yang Peringatkan Krisis

Rusia memecat Andrei Klepach, mantan kepala ekonom bank pembangunan negara VEB, setelah ia memperingatkan bahwa perang di Ukraina akan memicu krisis sosial besar. Dalam pidato Mei lalu, Klepach menyatakan Rusia tidak akan memenangkan perang yang menguras sumber daya, dan meski tidak akan runtuh secara ekonomi, ketertinggalan negara akan semakin melebar. Media independen Rusia The Bell melaporkan pemecatan tersebut berkaitan langsung dengan penilaian kritisnya terhadap kondisi ekonomi Rusia.

Pemerintah Rusia sendiri terus bersikeras bahwa ekonominya tetap tangguh. Melalui kedutaan besarnya di Inggris, Rusia menyebut utang publik luar negerinya yang hanya sekitar US$57 miliar jauh lebih kecil dibandingkan biaya pelayanan utang AS, Inggris, Italia, maupun Prancis. Pemerintah juga menegaskan bahwa upaya Barat melemahkan Rusia melalui sanksi ekonomi tidak memberikan dampak yang diharapkan, justru negara-negara Barat sendiri turut menanggung akibat dari kebijakan sanksi tersebut.

Namun sejumlah analis independen memandang berbeda. Ekonom Swedia Anders Aslund dan peneliti senior Nigel Gould-Davies menyatakan bahwa ekonom terbaik Rusia justru yang paling khawatir terhadap kondisi negara. Ekonomi Rusia saat ini sangat bergantung pada belanja militer, kenaikan pajak, dan penyaluran kredit perbankan bersubsidi, yang menyembunyikan sejumlah persoalan struktural di balik data pertumbuhan yang masih positif.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait