Ekonom UOB Dorong Reinvestasi Kuatkan Stabilitas Rupiah dan Alirkan Modal AS$9 Miliar
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Ekonom UOB, Enrico Tanuwidjaja, mengimbau pemerintah Indonesia untuk memperkuat kebijakan reinvestasi guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan aliran modal asing. Fokus utama adalah memberikan insentif yang tepat agar investor yang sudah ada tetap bertahan dan menanamkan kembali modalnya di pasar domestik. Hal ini krusial karena terdapat sekitar 9 miliar dolar AS yang keluar dari Indonesia dalam bentuk pembayaran dan dividen. Jika reinvestasi berhasil didorong, dana tersebut berpotensi menjadi aliran modal masuk yang memperbaiki neraca pendapatan primer.
Head of Corporate Banking UOB Indonesia, Edwin Kadir, menambahkan bahwa stimulus diperlukan untuk memberikan keyakinan bagi investor mengenai prospek pertumbuhan bisnis di Indonesia yang didukung oleh fundamental ekonomi kokoh. Meskipun iklim investasi dinilai membaik, kepastian bagi investor yang sudah ada dianggap sama pentingnya dengan upaya menarik investor baru guna memperkuat kepercayaan global terhadap iklim bisnis domestik.
Kedua sumber menyampaikan pesan yang serupa mengenai pentingnya reinvestasi, dengan perbedaan penekanan pada aspek insentif bagi investor lama versus kepastian hukum jangka panjang. Jumlah aliran modal keluar yang disebutkan konsisten pada sekitar AS$9 miliar dalam bentuk dividen dan pembayaran investasi.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
ANTARA News
Ekonom UOB imbau perkuat reinvestasi bantu jaga stabilitas rupiah
15 September 2026 pukul 21.27 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
Ekonom: Pemerintah harus Dorong Reinvestasi untuk Perkuat Rupiah
15 September 2026 pukul 21.47 · Baca aslinya ↗