Ekonom: Pemerintah harus Dorong Reinvestasi untuk Perkuat Rupiah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonom UOB, Enrico Tanuwidjaja, mendorong pemerintah Indonesia untuk fokus pada strategi reinvestasi guna memperkuat nilai tukar Rupiah dan menjaga aliran modal asing. Langkah ini dinilai krusial karena terdapat sekitar US$9 miliar modal yang kembali ke negara asal dalam bentuk dividen dan pembayaran investasi. Pemberian insentif yang tepat bagi investor lama diharapkan dapat mengubah aliran modal keluar tersebut menjadi modal masuk kembali, sehingga neraca pendapatan primer nasional mencatatkan surplus.
Senada dengan hal tersebut, Head of Corporate Banking UOB Indonesia, Edwin Kadir, menekankan pentingnya stimulus reinvestasi untuk memberikan keyakinan bagi investor mengenai prospek pertumbuhan jangka panjang di Indonesia. Meskipun fundamental ekonomi dinilai kokoh dan iklim investasi membaik, kepastian bagi investor yang sudah ada dianggap sama pentingnya dengan upaya menarik investor baru guna memperkuat kepercayaan global terhadap iklim bisnis domestik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 15 September 2026 pukul 21.27
Ekonom UOB imbau perkuat reinvestasi bantu jaga stabilitas rupiah
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 20.12
UOB Sebut Bangun Kepercayaan Domestik Sebelum Menarik Investor Global
JawaPos · 15 September 2026 pukul 18.00
1 Tahun Purbaya Jadi Menkeu: Pertumbuhan Ekonomi Melejit Rp 5,61 Persen, Rupiah dan IHSG Ambruk
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 17.35
Mau Bikin Jakarta Kota Global, Pramono Pakai Jurus Ini Tarik Investor
Berita terkait
Rupiah Melemah ke Rp17.694 per Dolar AS di Tengah Pergantian Menkeu
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 16.56
Yield SUN Naik Jadi Penyangga Rupiah di Tengah Tekanan Global
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 13.21
Rupiah melemah seiring "wait and see" investor menjelang rilis PPI AS
ANTARA News · 10 September 2026 pukul 16.33
Rupiah menguat dipengaruhi meningkatnya ekspektasi pelemahan dolar AS
ANTARA News · 4 September 2026 pukul 15.38