Ekonom UOB imbau perkuat reinvestasi bantu jaga stabilitas rupiah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonom UOB, Enrico Tanuwidjaja, mengimbau pemerintah Indonesia untuk memperkuat kebijakan reinvestasi guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan aliran modal asing. Fokus utama adalah memberikan insentif yang tepat agar investor yang sudah ada tetap bertahan dan menanamkan kembali modalnya di pasar domestik.
Hal ini krusial karena terdapat sekitar 9 miliar dolar AS yang keluar dari Indonesia dalam bentuk pembayaran dan dividen. Jika reinvestasi berhasil didorong, dana tersebut berpotensi menjadi aliran modal masuk yang memperbaiki neraca pendapatan primer. Head of Corporate Banking UOB Indonesia, Edwin Kadir, menambahkan bahwa stimulus diperlukan untuk memberikan keyakinan bagi investor mengenai prospek pertumbuhan bisnis di Indonesia yang didukung oleh fundamental ekonomi kokoh.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 21.47
Ekonom: Pemerintah harus Dorong Reinvestasi untuk Perkuat Rupiah
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 16.56
Rupiah Melemah ke Rp17.694 per Dolar AS di Tengah Pergantian Menkeu
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 13.21
Yield SUN Naik Jadi Penyangga Rupiah di Tengah Tekanan Global
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 20.12
UOB Sebut Bangun Kepercayaan Domestik Sebelum Menarik Investor Global
Berita terkait
Rupiah melemah seiring "wait and see" investor menjelang rilis PPI AS
ANTARA News · 10 September 2026 pukul 16.33
Rupiah menguat dipengaruhi meningkatnya ekspektasi pelemahan dolar AS
ANTARA News · 4 September 2026 pukul 15.38
Jelang Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp17.642 per USD
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 15.36
IHSG Dibuka Naik 0,42% ke 6.695, Rupiah Turut Menguat Pagi Ini
kumparan · 4 September 2026 pukul 09.07