Geopolitik Timur Tengah dan AS Dorong Prediksi Kenaikan Harga Emas Global
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Gejolak geopolitik di Timur Tengah, khususnya Laut Merah dan Selat Bab El Mandeb, menjadi faktor utama yang diprediksi mendorong kenaikan harga emas karena investor mencari aset lindung nilai. Konflik ini, bersamaan dengan kebijakan moneter The Fed dan dinamika politik AS, menciptakan ketidakpastian global yang mendukung permintaan emas sebagai safe haven.
Harga emas dunia kini berada di antara US$ 4.700 hingga US$ 4.800 per troy ounce, dengan prediksi sentuh US$ 5.000 pada Kuartal IV 2026. Jika tercapai, harga emas domestik diperkirakan melampaui Rp 3.000.000 per gram. Pengamat ekonomi Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga emas pekan depan bergerak antara support US$ 4.250 dan resistance US$ 4.533 per troy ounce.
Perbedaan prediksi muncul antara kedua sumber. JawaPos menyebut harga emas dunia ditutup pada US$ 4.378 per troy ounce, sementara Liputan6.com menyebutkan kisaran US$ 4.700 hingga US$ 4.800. Prediksi masa depan juga berbeda: JawaPos fokus pada dorongan geopolitik dan kebijakan AS, sementara Liputan6.com memprediksi kenaikan hingga US$ 5.000 pada 2026 didorong oleh aksi borong bank sentral seperti China dan India.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
JawaPos
Gejolak Geopolitik Timur Tengah Bayangi Pasar, Harga Emas Diprediksi Makin Berkilau
20 September 2026 pukul 15.00 · Baca aslinya ↗
Liputan6.com
Harga Emas Dunia Diprediksi Sentuh US$ 5.000, Logam Mulia Tembus Rp 3 Juta
21 September 2026 pukul 19.00 · Baca aslinya ↗