Jakarta · Minggu, 4 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Google Rancang Data Center Orbital untuk AI, Butuh 1.800 Peluncuran Starship

Google mengembangkan infrastruktur AI di orbit melalui Project Suncatcher dengan meluncurkan satelit prototipe bernama Suncatcher yang membawa empat chip TPU ke luar angkasa menggunakan SpaceX. Eksperimen bertujuan menguji kemampuan TPU dalam kondisi ekstrarem, termasuk paparan radiasi, pendinginan, dan komunikasi laser antar satelit. Satelit menggunakan orbit sinkron Matahari dan panel surya untuk memaksimalkan energi, dengan perkiraan produksi energi 8 kali lipat dibandingkan di Bumi.

Jika berhasil, Google berencana membangun jaringan data center orbital dengan ribuan satelit terhubung. Namun, proyek menghadapi tantangan besar: Google memperkirakan diperlukan 1.800 penerbangan Starship dalam 10 tahun untuk mengirim 370.000 ton muatan ke orbit dengan biaya US$200/kg pada 2035. Ini jauh di atas frekuensi maksimal Starship yang pernah dicapai (5 penerbangan/tahun). Perbedaan antar media terletak pada perkiraan jumlah satelit dan biaya: CNBC Indonesia menyebut 10.000 satelit dengan biaya US$30 miliar, sementara Detik.com mengidentifikasi 81 satelit sebagai skema pengembangan awal. Google masih menunggu hasil eksperimen TPU yang dikirim pada Oktober 2026 untuk memvalidasi teknologi sebelum melanjutkan peluncuran demonstrasi pada 2027.

Menurut tiap media