Jakarta · Sabtu, 3 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Google Bawa Chip AI ke Luar Angkasa, Mau Bikin Data Center di Orbit

Google meluncurkan satelit prototipe bernama Suncatcher yang membawa empat chip AI Tensor Processing Units (TPU) ke orbit Bumi menggunakan roket SpaceX dari California. Peluncuran ini menandai awal eksperimen selama satu tahun untuk menguji kemampuan chip TPU bertahan dalam kondisi luar angkasa. Proyek ini merupakan langkah awal Google dalam ambisi membangun pusat data di luar angkasa yang diisi ribuan satelit yang saling terhubung dan menggunakan energi surya untuk komputasi AI.

Dalam skenario optimal, Google berencana menggunakan orbit sinkron Matahari agar satelit selalu terpapar sinar Matahari. Panel surya di luar angkasa diperkirakan menghasilkan energi hingga delapan kali lebih besar dibandingkan di Bumi karena tidak ada hambatan seperti atmosfer atau malam hari. Satelit prototipe berukuran sebesar kulkas ini ditenagai oleh panel surya dan dikembangkan bersama Planet Labs.

Meski potensinya besar, proyek ini menghadapi tantangan signifikan seperti biaya, paparan radiasi kosmik, gaya gravitasi tinggi saat peluncakan, dan masalah pendinginan. Google memperkirakan membutuhkan sekitar 10.000 satelit dan biaya hingga US$30 miliar (Rp500 triliun) untuk membangun pusat data berkapasitas 1 gigawatt. Namun, Google tetap optimis bahwa biaya dapat setara dengan pusat data di Bumi di masa depan. Saat ini, perusahaan masih menunggu hasil eksperimen terhadap empat TPU yang dikirim, dengan rencana peluncuran lebih lanjut pada 2027.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait