Hakim Blokir Aturan Trump tentang Visa Mahasiswa dan Jurnalis Asing, Kasus Deportasi Terorisme di ATRC
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Hakim federal di Massachusetts, F. Dennis Saylor, memblokir sementara aturan pemerintahan Trump yang membatasi masa tinggal mahasiswa, akademisi, peserta program pertukaran, dan jurnalis asing di AS. Aturan tersebut menetapkan batas masa tinggal empat tahun bagi pemegang visa mahasiswa dan akademisi, serta batas 240 hari untuk jurnalis asing dengan visa I. Saylor menilai alasan DHS untuk menerapkan kebijakan ini sangat lemah dan tidak memiliki kaitan kuat dengan keamanan nasional. Aturan yang diblokir diperkirakan mempengaruhi sekitar 1,6 juta pemegang visa F dan 500.000 pemegang visa J. Dengan demikian, sistem lama dipertahankan hingga proses hukum berlanjut. Sementara itu, Nazira Haji Zada, warga asing asal Afganistan yang tinggal di Texas, menjadi kasus pertama yang ditangani oleh Alien Terrorist Removal Court (ATRC) dalam upaya deportasinya terkait dugaan keterlibatan dalam terorisme. Zada kembali ke Afganistan setelah mengakui statusnya sebagai warga asing terlibat terorisme dan tidak mengajukan banding. ATRC, pengadilan khusus yang dibentuk setelah pengeboman Oklahoma City pada 1995, dirancang untuk menangani kasus warga non-AS yang dituduh terlibat terorisme, terutama ketika bukti bersifat rahasia atau berkaitan dengan keamanan nasional.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Media Indonesia
Hakim AS Blokir Aturan Trump Batasi Masa Tinggal Mahasiswa dan Jurnalis Asing
16 September 2026 pukul 20.47 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Babak Baru Kebijakan Imigrasi Trump, Deportasi Lewat Pengadilan Terorisme
18 September 2026 pukul 11.22 · Baca aslinya ↗