Harga Cabai Rawit Nasional Naik, Pemerintah Mobilisasi Stok via FDP
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Harga rata-rata cabai rawit nasional mencapai Rp81.052 per kilogram pada 10 September 2026. Harga tertinggi tercatat di Sulawesi Utara sebesar Rp152.872 per kg, sedangkan harga terendah berada di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar Rp56.604 per kg. Kenaikan ini dipicu oleh kemarau berkepanjangan, serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) seperti trips dan kutu kebul, serta alih tanam petani ke komoditas lain.
Menanggapi hal tersebut, Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Kementerian Pertanian (Kementan) akan menstabilkan harga dengan memobilisasi stok dari daerah surplus ke wilayah kekurangan melalui skema Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP). Program ini melibatkan petani Champion Cabai binaan Kementan dan sebelumnya telah mendistribusikan 5.590 kg cabai rawit pada triwulan I-2026 ke Jakarta, Lombok Tengah, dan Lombok Timur, yang menurut CNN Indonesia berkontribusi pada penurunan inflasi pangan April 2026.
Kementan memperkirakan produksi nasional pada September 2026 mencapai sekitar 119 ribu ton dengan sentra produksi di Jawa Timur (Banyuwangi dan Sampang), Temanggung, Brebes, dan Magelang. Pasokan dipastikan mencukupi hingga akhir tahun untuk menjaga ketersediaan menjelang periode Natal dan Tahun Baru.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNBC Indonesia
Harga Cabai Melejit-Tembus Rp152.000, Pemerintah Mulai Turun Tangan
11 September 2026 pukul 15.35 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
Bapanas Beber Biang Kerok Harga Rata-rata Cabai Rawit Tembus Rp81 Ribu
11 September 2026 pukul 15.36 · Baca aslinya ↗