Jakarta · Jumat, 11 September 2026Cari
WargaKonoha

Bapanas Beber Biang Kerok Harga Rata-rata Cabai Rawit Tembus Rp81 Ribu

Harga rata-rata cabai rawit nasional mencapai Rp81.052 per kilogram per Kamis (10/9), dengan fluktuasi dipengaruhi oleh kemarau berkepanjangan, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) seperti trips dan kutu kebul, serta alih tanam ke komoditas lain. Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) akan memobilisasi stok dari daerah surplus ke wilayah dengan kenaikan harga melalui program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP). Program ini sebelumnya berhasil mengirimkan 5.590 kg cabai rawit pada triwulan I 2026, termasuk dari Enrekang ke Jakarta, Lombok Tengah, dan Lombok Timur, serta berkontribusi pada penurunan inflasi pangan pada April 2026.

Meski harga naik, Kementan menyatakan produksi cabai rawit nasional masih mencukupi hingga akhir tahun. Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Sudi Mardianto, memperkirakan produksi nasional pada September mencapai sekitar 119 ribu ton, dengan sentra produksi di Jawa Timur (Banyuwangi dan Sampang) serta Pulau Jawa (Temanggung, Brebes, dan Magelang). Petani cabai binaan Kementan siap memasok kembali stok ke wilayah dengan harga tinggi jika program FDP dijalankan.

Berdasarkan pantauan Bapanas, harga tertinggi tercatat di Sulawesi Utara (Rp152.872/kg) dan terendah di Nusa Tenggara Timur (Rp56.604/kg). Distribusi melalui FDP diharapkan dapat menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan cabai rawit di seluruh wilayah, terutama menjelang periode Natal dan Tahun Baru.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait