Harga Emas Turun Akibat Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga AS dan Konflik Selat Hormuz
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Harga emas mengalami penurunan akibat ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) untuk menekan inflasi. Kondisi ini dipicu oleh ketegangan antara AS dan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz yang menyebabkan harga minyak Brent melonjak. Kenaikan harga energi mendorong imbal hasil US Treasury naik, sehingga meningkatkan biaya peluang memegang emas.
Terdapat perbedaan data harga emas antar media; kumparan mencatat penurunan 0,5% menjadi USD 4.261,59 per troy ounce, sementara Liputan6.com melaporkan penurunan tajam 3,8% ke kisaran US$ 4.131 per ounce. Selain itu, Liputan6.com secara spesifik menyebut imbal hasil US Treasury mencapai 5,23% pada Jumat, level tertinggi sejak 2007, sedangkan kumparan mencatat penguatan indeks dolar AS sebesar 2% sejak awal September.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
Harga Emas Turun, Konfik Selat Hormuz Dorong Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga AS
28 September 2026 pukul 08.37 · Baca aslinya ↗
Liputan6.com
Harga Emas Dunia Jatuh ke US$ 4.131, Pasar Antisipasi Kenaikan Bunga The Fed
29 September 2026 pukul 07.20 · Baca aslinya ↗