Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Harga Komoditas Energi dan Logam Beragam, Indonesia Rencanakan Bursa Komoditas Strategis

Pada penutupan perdagangan Senin, 17 Agustus, harga komoditas energi mayoritas bergerak menguat seperti dilaporkan oleh tradingeconomics. Harga Crude Palm Oil (CPO) ditutup pada MYR 4,717 per ton, naik 0,15 persen dari hari sebelumnya, yang merupakan level tertinggi sejak awal April. Penguatan ini didukung oleh kenaikan harga minyak nabati di bursa Dalian dan aktivitas beli di pasar. Selanjutnya, harga batu bara mengalami kenaikan kecil menjadi USD 129,30 per ton atau meningkat 0,04 persen. Tradingeconomics menjelaskan bahwa harga berjangka batu bara termal stabil di dekat USD 130 per ton pada pertengahan Agustus, dengan tren mendatar karena harga minyak tetap tinggi di tengah ketidakpastian kesepakatan AS-Iran yang berdampak pada Selat Hormuz. Sementara itu, data dari London Metal Exchange (LME) menunjukkan harga nikel naik 0,11 persen ke USD 16,834 per ton. Sebaliknya, harga timah melemah 0,75 persen menjadi USD 55,770 per ton, menandakan pergerakan berlawanan di sektor logam. Pada perdagangan Selasa, 18 Agustus, mayoritas komoditas energi dan logam kompak menguat. Batu bara naik 0,83% ke USD 140,30 per ton (kontrak Desember 2026, ICE Newcastle). CPO naik 0,78% ke MYR 4.754 per ton (Trading Economics). Nikel naik 0,49% ke USD 16.751 per ton (LME). Satu-satunya yang turun adalah timah, anjlok 1,71% ke USD 54.819 per ton (LME). Pergerakan harga ini mencerminkan dinamika pasar komoditas global di tengah ketidakpastian makroekonomi. Perbedaan signifikan terlihat pada kenaikan harga batu bara, yang dilaporkan naik 0,04% pada Senin namun melompat 0,83% pada Selasa. Harga timah juga menunjukkan variasi, turun 0,75% pada Senin dan 1,71% pada Selasa. Menteri ESDI Bahlil Lahadalia memperkenalkan rencana pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) untuk memberi Indonesia kendali lebih besar dalam menentukan harga komoditas sumber daya alam. BMKS diproyeksikan beroperasi pada 1 Januari 2027 sebagai instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto. Bahlil menyoroti harga batu bara yang selama ini dipengaruhi negara luar, sekaligus mengungkapkan bahwa pengetatan pasokan telah memulai meningkatkan stabilitas harga. Komoditas yang akan masuk BMKS meliputi CPO, nikel, dan batu bara, dengan nama resmi Indonesia Commodity Exchange (Icomex). Pemerintah belum menetapkan daftar final komoditas, tetapi fokus pada produk utama Indonesia.

Menurut tiap media