Bahlil Naik Pitam: 'Masa Barang Kita Diatur Negara Lain?' Indonesia Siapkan Bursa Komoditas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri ESDI Bahlil Lahadalia memperkenalkan rencana pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) untuk memberi Indonesia kendali lebih besar dalam menentukan harga komoditas sumber daya alam. BMKS diproyeksikan beroperasi pada 1 Januari 2027 sebagai instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto. Bahlil menyoroti harga batu bara yang selama ini dipengaruhi negara luar, sekaligus mengungkapkan bahwa pengetatan pasokan telah memulai meningkatkan stabilitas harga. Komoditas yang akan masuk BMKS meliputi CPO, nikel, dan batu bara, dengan nama resmi Indonesia Commodity Exchange (Icomex). Pemerintah belum menetapkan daftar final komoditas, tetapi fokus pada produk utama Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 08.42
Harga Komoditas: Batu Bara Naik 0,83 Persen, Timah Turun 1,71 Persen
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 08.49
Harga Komoditas: Batu Bara, CPO, dan Nikel Naik, Timah Turun
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 07.55
Sawit hingga Nikel Bakal Diperdagangkan di Bursa Mineral
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 17.39
OJK Perkuat Sektor Jasa Keuangan untuk Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur
Berita terkait
Pemerintah Siapkan Icomex Jadi Bursa Komoditas, Ini Penjelasan Istana
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 13.43
Pemerintah Siapkan Icomex, Harga CPO hingga Nikel Ingin Lebih Ditentukan Indonesia
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 10.56
Batu Bara dan CPO Jadi Penyelemat Ekspor RI di Juni 2026
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 11.42
Bocoran Istana: Sawit hingga Nikel Bakal Masuk Bursa Mineral
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.54