Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD100 Akibat Konflik AS-Iran di Selat Hormuz
Rangkuman gabungan dari 4 media · disusun dengan AI
Harga minyak dunia melonjak di atas USD100 per barel akibat eskalasi konflik Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz. Minyak Brent mencapai USD101-108 per barel, sementara WTI naik menjadi USD96-102 per barel, mencatat kenaikan tertinggi dalam beberapa bulan. Serangan Iran terhadap 10 kapal di Selat Hormuz sebagai balasan penghancuran lima kapal tanker Iran oleh AS memperburuk situasi. Ekspor minyak dari Teluk Persia menurun menjadi dua pertigaan dari volume pra-konflik, dengan beberapa kapal tidak mengaktifkan transponder untuk menghindari ancaman. Serangan Houthi yang didukung Iran terhadap fasilitas energi Arab Saudi di Laut Merah juga memperambah risiko gangguan pasokan. Pasar diprediksi tetap volatil dengan harga minyak diperkirakan berada di kisaran USD80-108 per barel hingga akhir tahun. Perbedaan mencatat: SINDOnews (Rabu 10/9/2026), CNN Indonesia (September 2024), Detik.com (Kamius 10/9), serta angka harga dan persentase kenaikan yang bervariasi antar laporan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
SINDOnews
Harga Minyak Dunia Tembus USD100 per Barel, Bisa Lampaui USD120 dalam Waktu Dekat
10 September 2026 pukul 07.54 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Brent Bertahan di Atas US$100
10 September 2026 pukul 09.01 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
Harga Minyak Bertahan di Atas US$100 Imbas Selat Hormuz Kian Mencekam
10 September 2026 pukul 10.06 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Harga Minyak Dunia Sudah Tembus US$ 108 per Barel!
11 September 2026 pukul 07.47 · Baca aslinya ↗