Harga Minyak Bertahan di Atas US$100 Imbas Selat Hormuz Kian Mencekam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak dunia berada di atas US$100 per barel pada September 2024 akibat ketakutan akan gangguan pasokan di Selat Hormuz. Konflik berskiman intens antara Iran dan Amerika Serikat memuncak dengan serangan Iran terhadap 10 kapal di Selat Hormuz, diikuti penenggelaman lima kapal tanker Iran oleh AS. Analis menyatakan risiko gangguan pasokan minyak dari Teluk Persia akan tetap terganggu. Pemerintah Amerika Serikat memproyeksikan harga minyak lebih tinggi untuk 2024-2025 akibat penurunan persediaan global dan hilangnya pasokan Timur Tengah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 10 September 2026 pukul 07.54
Harga Minyak Dunia Tembus USD100 per Barel, Bisa Lampaui USD120 dalam Waktu Dekat
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 07.54
Harga Minyak Makin Panas, Nyaris Sentuh USD97 per Barel dalam Enam Pekan
SINDOnews · 10 September 2026 pukul 09.08
Lalu Lintas Selat Hormuz Makin Sepi, Alarm bagi Pasokan Energi Global
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 09.01
Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Brent Bertahan di Atas US$100
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Meledak Jebol Level US$100, Tertinggi Sejak Juli
CNN Indonesia · 9 September 2026 pukul 16.23
Harga Minyak Naik 4 Hari Beruntun di Tengah Ketegangan di Selat Hormuz
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 10.25
Iran Akan Tetapkan Zona Terlarang di Dekat Selat Hormuz
Detik.com · 7 September 2026 pukul 16.49
Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Brent Tembus US$96 per Barel
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 09.19