Harga Minyak Tembus USD 100, Purbaya Pastikan Defisit APBN Tetap di Bawah 3 Persen
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah masih memiliki ruang keuangan untuk menghadapi kenaikan harga minyak dunia yang mencapai USD 100 per barel. Kontrak berjangka minyak mentah Brent mencapai USD 101,75 per barel pada 8 September 2026 menurut JawaPos, sementara CNN Indonesia melaporkan kenaikan 0,1 persen ke USD 101,34 per barel. Purbaya menjelaskan bahwa asumsi APBN masih menggunakan harga rata-rata di bawah USD 90, sehingga masih ada ruang untuk mengatur anggaran.
Pemerintah menegaskan bahwa defisit APBN akan tetap ditekan di bawah 3 persen. JawaPos melaporkan defisit pada Juli-Agustus 2026 mencapai 0,91-0,95 persen, sementara CNN Indonesia menyebutkan angka 0,95 persen. CNN Indonesia menambahkan bahwa proyeksi defisit APBN dengan asumsi harga minyak USD 100 per barel menghasilkan angka 2,85 persen dari PDB. Pemerintah tidak berencana menambah kuota subsidi energi, namun akan terus memantau perkembangan harga minyak.
Dampak kenaikan harga minyak terhadap daya beli masyarakat diperkirakan masih terbatas karena pemerintah masih memberikan subsidi untuk bahan bakar seperti Pertalite. Purbaya menilai kenaikan harga minyak saat ini belum perlu dikhawatirkan secara berlebihan karena pemerintah memiliki pengalaman menghadapi periode harga tinggi sebelumnya. Kenaikan ini terjadi di tengah kekhawatiran pasokan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
JawaPos
Harga Minyak Tembus 100 Dolar, Menkeu Purbaya Jamin Defisit APBN Aman
10 September 2026 pukul 18.45 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
Purbaya soal Minyak Tembus US$100 Lagi: APBN Aman, Defisit di Bawah 3%
10 September 2026 pukul 21.10 · Baca aslinya ↗