Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

Purbaya soal Minyak Tembus US$100 Lagi: APBN Aman, Defisit di Bawah 3%

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan APBN masih mencukupi untuk menghadapi lonjakan harga minyak yang kembali menembus US$100 per barel. Pemerintah tidak berencana menambah kuota subsidi energi, namun akan terus memantau perkembangan harga minyak untuk menentukan langkah selanjutnya. Asumsi harga minyak US$100 per barel dalam perhitungan fiskal menghasilkan proyeksi defisit APBN sebesar 2,85 persen dari PDB.

Purbaya menjelaskan bahwa posisi fiskal pemerintah relatif terjaga, dengan defisit APBN pada Juli-Agustus hanya mencapai 0,95 persen. Ia menilai kenaikan harga minyak saat ini belum perlu dikhawatirkan secara berlebihan karena pemerintah memiliki pengalaman menghadapi periode harga tinggi sebelumnya. Target defisit APBN akan tetap ditekan di bawah 3 persen.

Sementara itu, dampak kenaikan harga minyak terhadap daya beli masyarakat diperkirakan masih terbatas karena pemerintah masih memberikan subsidi untuk bahan bakar seperti Pertalite. Harga minyak Brent naik 0,1 persen menjadi US$101,34 per barel, sementara WTI AS berada di level US$96,55 per barel. Kenaikan ini terjadi di tengah kekhawatiran pasokan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait