Polda Metro Jaya Ungkap Hasil Penyelidikan Kematian Sutrimo
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Polda Metro Jaya menyelidiki kematian Sutrimo, mantan pegawai Febrie Adriansyah, yang ditemukan tidak sadarkan diri dengan busa di mulut dan hidung di Klinik Mordent, Jakarta Selatan, pada 23 Juli 2026. Penyidikan melibatkan pemeriksaan saksi, bukti elektronik, serta analisis 32 titik rekaman CCTV yang melacak aktivitas korban sejak 22 Juli. Terdapat jeda waktu tiga jam dari pukul 05.30 hingga 08.53 yang tidak terekam kamera saat korban berada di dalam klinik.
Hasil ekshumasi pada 12 Agustus 2026 dan analisis Puslabfor Polri menyimpulkan tidak ada unsur tindak pidana, tanda kekerasan fisik, maupun zat berbahaya pada jenazah. Tim medis menyatakan penyebab kematian adalah penyakit jantung iskemik disertai edema paru akut. Meskipun laporan awal dari keluarga di Polresta Banyumas dan Bareskrim Polri menduga adanya pembunuhan berencana, polisi menegaskan belum menemukan bukti pelanggaran hukum. Kasus dapat dibuka kembali jika ditemukan bukti baru atau novum.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
JawaPos
Sore Ini Polda Metro Jaya Ungkap Misteri Kematian Sutrimo, Eks Pegawai Febrie Adriansyah
30 September 2026 pukul 18.18 · Baca aslinya ↗
Polda Metro Jaya Belum Temukan Pelanggaran Hukum atau Tindak Pidana dalam Kematian Sutrimo
30 September 2026 pukul 20.15 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
Polisi Beber Gerak-gerik Sutrimo Sebelum Meninggal dari Rekaman CCTV
30 September 2026 pukul 20.02 · Baca aslinya ↗
Polisi Ungkap Kasus Sutrimo Bisa Diusut Lagi Jika Ada Bukti Baru
2 Oktober 2026 pukul 02.50 · Baca aslinya ↗
kumparan
32 Titik CCTV Ungkap Jejak Terakhir Sutrimo
30 September 2026 pukul 23.37 · Baca aslinya ↗