IESR: Paket Insentif Motor Listrik Perlu Ditingkatkan untuk Adopsi Massal
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Institute for Essential Services Reform (IESR) mendesak pemerintah merilis paket kebijakan ekonomi yang komprehensif untuk mendorong masyarakat beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan listrik. Direktur Transformasi Sistem Energi IESR, Deon Arinaldo, menyatakan insentif pembelian motor listrik Rp3 juta per unit perlu dikombinasikan dengan program lain seperti tukar tambah, insentif kendaraan BBM, dan penguatan infrastruktur pengisian serta penukaran baterai. Pemerintah telah menetapkan insentif sebesar Rp3 juta per unit dengan anggaran Rp3 triliun dan target produksi 1 juta motor listrik dalam negeri.
IESR menilai insentif Rp3 juta masih terlalu kecil untuk mendorong adopsi massal. Model perbandingan IESR menunjukkan mengangkat insentif ke Rp5 juta plus Rp3 juta tukar tambah dapat meningkatkan adopsi sebesar 810.000 unit pada 2030. Setiap motor BBM yang beralih ke listrik memberi manfaat Rp5,6 juta bagi pemerintah dalam 10 tahun, atau hingga Rp28 juta jika dihitung manfaat non-langsung seperti penghematan devisara dan pengurangan polusi. Jika satu juta motor komuter beralih, konsumsi BBM nasional bisa berkurang 250.000-365.000 liter per tahun.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
JawaPos
IESR Desak Pemerintah Terbitkan Paket Ekonomi yang Dorong Masyarakat Tinggalkan Kendaraan BBM
24 Agustus 2026 pukul 22.30 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
IESR: Insentif Motor Listrik Rp3 Juta Terlalu Kecil
25 Agustus 2026 pukul 07.01 · Baca aslinya ↗