IESR: Insentif Motor Listrik Rp3 Juta Terlalu Kecil
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai insentif pemerintah untuk motor listrik Rp3 juta per unit masih terlalu kecil untuk mendorong adopsi massal di Indonesia. IESR menyarankan insentif harus ditinjau kembali berdasarkan dampak jangka panjang, dengan model perbandingan menunjukkan bahwa mengangkat insentif ke Rp5 juta plus Rp3 juta tukar tambah dapat meningkatkan adopsi sebesar 810.000 unit pada 2030. Peralihan satu unit motor BBM ke listrik memberi manfaat Rp5,6 juta bagi pemerintah dalam 10 tahun, atau hingga Rp28 juta jika dihitung manfaat non-langsung seperti penghematan devisara dan pengurangan polusi. Jika satu juta motor komuter beralih, konsumsi BBM nasional bisa berkurang 250.000-365.000 liter per tahun.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 24 Agustus 2026 pukul 22.30
IESR Desak Pemerintah Terbitkan Paket Ekonomi yang Dorong Masyarakat Tinggalkan Kendaraan BBM
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 16.30
Insentif Motor Listrik "Cuma" Rp3 Juta, Pengusaha Sorot APBN-Desak Ini
Berita terkait
Setiap Motor Listrik Buatan RI Mengaspal Ada Tiga Kemenangan Sekaligus, Prabowo Janjikan Insentif
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 21.46
Kejar Produksi 1 Juta Motor Listrik, Prabowo Siapkan Insentif untuk Industri Lokal
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 18.40
Ekonom Ragu Insentif Motor Listrik Rp 3 Juta Berdampak Signifikan
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 12.20
Insentif Motor Listrik Dipangkas Jadi Rp3 Juta, Ini Dampaknya
JPNN.com · 22 Agustus 2026 pukul 09.40