IHSG Berakhir di Zona Merah, Tekanan dari Yield AS dan Geopolitik Iran
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
IHSG ditutup melemah pada sesi I Rabu (2/9/2026), namun ketiga sumber melaporkan angka yang berbeda. CNBC Indonesia mencatat IHSG turun 0,28% ke 6.581,45, sementara Warta Ekonomi melaporkan penurunan 0,14% ke 6.590,90. Kumparan justru menyebutkan IHSG menguat 0,24% per 1 September dan 0,39% per 2 September. Seluruh sumber menyampaikan rentang pergerakan yang sama: antara 6.561,00 hingga 6.629,54.
Volume perdagangan dan nilai transaksi juga menunjukkan perbedaan. CNBC melaporkan volume 32,03 miliar saham dengan nilai Rp9,91 triliun, sementara Warta Ekonomi mencatat volume 60,81 miliar saham dengan nilai Rp15,50 triliun. Jumlah saham yang melemah juga bervariasi: CNBC menyebutkan 343 saham melemah, Warta Ekonomi menyebutkan 344 saham melemah, dan kumparan tidak menyertakan data ini.
Tekanan pasar ditunjukkan oleh kenaikan yield US Treasury 10 tahun, yang dilaporkan berbeda antar sumber: 4,788% (CNBC), 4,8% (kumparan), dan 4,792% (Warta Ekonomi). Harga minyak Brent juga naik, dilaporkan antara 4,6% hingga 5%. Di dalam negeri, inflasi tetap 3,19% dan PMI manufaktur mencatat kontraksi di 49,8. Para ahli menilai faktor eksternal seperti keputusan bank sentral AS dan risiko geopolitik lebih dominan memengaruhi pergerakan IHSG.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNBC Indonesia
IHSG Sesi 1 Berakhir di Zona Merah, Turun 0,28% ke 6.581,45
2 September 2026 pukul 12.25 · Baca aslinya ↗
kumparan
IHSG Menguat di Awal Bulan, Akankah Mitos September Effect Masih Berlaku?
2 September 2026 pukul 14.01 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
IHSG Ditutup Melemah 0,14% ke Level 6.590,90, Didorong 344 Saham Melemah
2 September 2026 pukul 16.46 · Baca aslinya ↗