IMF Peringatkan Risiko Inflasi Global Berkobar Akibat Konflik Iran dan Kenaikan Suku Bunga
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Direktur IMF Kristalina Georgieva memperingatkan harga energi yang terus naik akan memburuk inflasi global, terutama setelah guncangan konflik Iran di Selat Hormus. Kenaikan suku bunga oleh bank sentral menambah beban biaya pinjaman negara, mengurangi ruang reda dampak ekonomi. Amerika Serikat akan menghabiskan lebih banyak uang untuk membayar bunga utang dibandingkan militernya. IMF menyatakan negara berkembang yang telah mengurangi utang dan menerapkan disiplin fiskal kini tergerus oleh kenaikan suku bunga, bukan karena kesalahan masing-masing negara. Sementara itu, Rupiah menguat ke level Rp17.903 per USD pada Jumat (25/9/2026), naik 13 poin dari Rp17.196, didorong oleh pelambatan ekonomi global akibat lonjakan harga minyak dan konflik Iran. Kementerian Keuangan dan BI mengimplementasikan kolaborasi fiscal-moneter melalui lima kebijakan: optimasi pertumbuhan ekonomi, penguatan sektor eksternal, pengelolaan likuiditas, kontrol inflasi, dan pendalaman pasar keuangan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Liputan6.com
Bos IMF Wanti-wanti Dunia soal Inflasi dan Suku Bunga: Winter is Coming
24 September 2026 pukul 16.11 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Jelang Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat di Level Rp17.903 per USD
25 September 2026 pukul 17.03 · Baca aslinya ↗