Jelang Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat di Level Rp17.903 per USD
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah menguat ke level Rp17.903 per USD pada Jumat (25/9/2026), naik 13 poin dari Rp17.196. Penguatan didorong oleh pelambatan ekonomi global akibat lonjakan harga minyak dan konflik Iran yang menambah tekanan inflasi. IMF memproyeksikan kondisi ekonomi global akan semakin tertekan, memaksa bank sentral naikkan suku bunga. Kenaikan suku bunga meningkatkan beban utang pemerintah, mengurangi ruang fiskal untuk stimulus. Kementerian Keuangan dan BI mengimplementasikan kolaborasi fiscal-moneter melalui lima kebijakan: optimasi pertumbuhan ekonomi, penguatan sektor eksternal, pengelolaan likuiditas, kontrol inflasi, dan pendalaman pasar keuangan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 16.11
Bos IMF Wanti-wanti Dunia soal Inflasi dan Suku Bunga: Winter is Coming
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 17.20
Rupiah Menguat ke 17.903 per Dolar AS, Ini Pendorongnya
ANTARA News · 25 September 2026 pukul 16.22
Rupiah menguat dipengaruhi hubungan yang membaik antara AS-China
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 16.01
Rupiah Sempat Tertekan Mendekati 18.000, Sentimen Eksternal Biang Keladinya
Berita terkait
Rupiah Menguat ke Rp17.817 per Dolar AS Ditopang Keputusan BI Tahan Suku Bunga
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 15.41
BI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Masih Melambat
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 15.08
BI Rate Diproyeksi Tetap 5,75 Persen di Tengah Tekanan Rupiah dan Global
kumparan · 23 September 2026 pukul 10.48
Pergerakan rupiah Kamis dipengaruhi perkembangan kebijakan moneter AS
ANTARA News · 17 September 2026 pukul 11.12