Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

RI dan Rusia Perkuat Kerja Sama Energi dan Pupuk di Eastern Economic Forum

Pemerintah Indonesia menawarkan lebih dari 100 blok migas kepada investor Rusia dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Presiden Prabowo Subianto, sebagai negara tamu kehormatan, menekankan pentingnya hilirisasi sumber daya alam dan transfer teknologi dalam kemitraan ini. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa kerja sama energi harus memiliki tindak lanjut konkret dan menghadirkan investasi serta transfer teknologi, bukan hanya komitmen semata. Kementerian ESDM juga membuka 138 blok eksplorasi energi dan mendekati kerja sama di sektor hilir energi seperti pembangunan kilang, terminal penyimpanan gas, dan pasokan LNG.

Berbeda dengan penawaran blok migas, beberapa sumber menyebut jumlahnya berbeda: Kumparan dan Liputan6.com menyebutkan lebih dari 100 blok, sementara SINDOnews menyatakan 138 blok. Warta Ekonomi dan CNN Indonesia menambahkan bahwa penawaran ini mencakup sektor minyak, gas, eksplorasi, produksi, pengolahan migas, energi terbarukan, dan energi nuklir untuk tujuan damai.

Di sisi lain, Indonesia dan Rusia juga menandatangani studi bersama untuk mengembangkan pabrik pupuk urea di Vladivostok. PT Pupuk Indonesia (Persero) akan menginvestasikan dalam proyek ini, yang dilakukan melalui joint study dengan Ruschem. Proyek ini bertujuan menilai potensi investasi dan memperkuat ketahanan pangan serta ekspansi bisnis ke pasar global, terutama di kawasan Asia-Pasifik. Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyatakan bahwa lokasi strategis Vladivostok di pesisir Samudra Pasifik menjadi pertimbangan utama untuk ekspansi ini.

Menurut tiap media