Indonesia Siapkan Infrastruktur Data Center dan Ekonomi Digital ASEAN
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Pemerintah Indonesia menargetkan nilai ekonomi digital mencapai USD 400-600 miliar hingga 2030, didorong oleh penandatanganan ASEAN Digital Economic Framework Agreement (DEFA) di Filipina pada November. Rencana ini diperkirakan meningkatkan nilai ekonomi digital ASEAN dari USD 1 triliun menjadi USD 2 triliun. Untuk mendukung pertumbuhan ini, pemerintah sedang memperluas kawasan digital park di Karawang dan Bekasi, serta menggandeng ARM Inggris dalam pelatihan semikonduktor guna mengintegrasikan ekonomi hijau dan digital.
Kapasitas data center di Indonesia saat ini mencapai 800 MW dan diperkirakan akan mencapai 1,5 GW dalam waktu dekat. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan Indonesia siap menjadi pusat pengembangan data center, didukung oleh rencana jaringa transmisi listrik hijau sepanjang 47.758 km hingga 2045. Beberapa proyek data center sedang dibangun di Nongsa Digital Park Batam, Karang, dan Bekasi, dengan seluruh kapasitas yang tersedia sudah terpesan meskipun belum rampung.
Anggota Dewan Energi Nasional Satya Widya Yudha menekankan bahwa ekonomi hijau menjadi prasyarat utama untuk mendukung infrastruktur ekonomi digital. Indonesia dianggap cocok menjadi pusat data center karena ketersediaan sumber daya alam yang andal dan berkelanjutan, terutama listrik hijau dan air. Beberapa negara seperti Amerika dan Singapura menyetop pengembangan data center karena kekurangan sumber daya air untuk sistem pendingian, namun Indonesia siap memanfaatkan momentum ini dengan sumber daya air tawar yang melimpah dan penggunaan PLTS terapung.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNN Indonesia
Airlangga Ungkap RI Bisa Raup Rp10.800 T dari Ekonomi Digital ASEAN
29 September 2026 pukul 18.00 · Baca aslinya ↗
kumparan
Dunia Berlomba Bangun Data Center, Kapasitas RI Bakal Capai 1,5 GW
30 September 2026 pukul 04.00 · Baca aslinya ↗