Indonesia Tekankan Adaptasi Iklim dan Kearifan Lokal di Pertemuan Menteri LH BRICS ke-12
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menegaskan isu iklim bukan agenda pinggiran dalam Pertemuan Menteri Lingkungan Hidup BRICS ke-12 di New Delhi, India (17–18 Agustus 2024). Menurut Detik.com, forum diikuti anggota BRICS; Media Indonesia menyebut 10 negara hadir. Indonesia mengkritik negara maju yang mundur dari tanggung jawab iklim padahal menyumbang sebagian besar emisi global. Jumhur memperkenalkan tiga sistem tradisional: Subak (Bali), Sasi Lompa (Maluku), dan Awig-awig/Awig-Awig (hukum adat) sebagai contoh adaptasi berbasis masyarakat.
Kedua media menyoroti kerentanan Indonesia: Detik.com mencatat >300.000 spesies, 23% mangrove dunia, 16% ikan laut, 10% karang; Media Indonesia menyebut >17.000 pulau dan 60% penduduk di pesisir. Rencana Adaptasi Nasional 2026–2030 dijadikan pilar pembangunan berkelanjutan menuju Visi Indonesia Emas 2045. Tema forum menurut Media Indonesia: "Membangun Ketangguhan, Inovasi, Kerja Sama, dan Keberlanjutan".
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Di Forum Anggota BRICS, Menteri LH Tegaskan Isu Iklim Bukan Agenda Pinggiran
18 Agustus 2026 pukul 22.18 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
Indonesia Dorong Adaptasi Iklim dan Kearifan Lokal dalam Pertemuan BRICS
19 Agustus 2026 pukul 03.29 · Baca aslinya ↗