Di Forum Anggota BRICS, Menteri LH Tegaskan Isu Iklim Bukan Agenda Pinggiran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menegaskan bahwa isu iklim bukan agenda pinggiran dalam forum anggota BRICS di New Delhi. Indonesia menempatkan perubahan iklim sebagai isu penting karena geografi yang rentan. Jumhur mengkritik negara maju yang kaya secara ekonomi namun mundur dari tanggung jawab iklim, meskipun menyumbang sebagian besar emisi global. Indonesia telah menetapkan Rencana Adaptasi Nasional 2026-2030 sebagai langkah menuju ketahanan iklim dan dukungan Visi Indonesia Emas 2045.
Indonesia menyampaikan kepedulianannya terhadap keanekaragaman hayati, dengan lebih dari 300.000 spesies ditemukan di wilayahnya. Negara ini menjadi rumah bagi 23% hutan mangrove, 16% spesies ikan laut global, dan 10% spesies karang dunia. Keanekaragaman hayati ini mendukung jasa ekosistem penting untuk mitigasi iklim dan ketahanan mata pencaharian.
Jumhur memperkenalkan tiga sistem tradisional Indonesia yang sukses: Subak di Bali untuk pengelolaan air, Sasi Lompa di Maluku untuk perikanan berkelanjutan, dan Awig-awig sebagai sistem hukum adat. Sistem-sistem ini menjadi contoh praktik hidup berkelaruarti dengan alam sebagai alat adaptasi iklim berbasis masyarakat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 13.50
Di Forum BRICS, Jumhur Sentil Negara Maju yang Mundur dari Tanggung Jawab Iklim
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 13.05
Menteri Jumhur Desak Negara Besar Ikut Tanggung Jawab Soal Lingkungan
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 08.40
Jumhur di BRICS, Negara Penghasil Emisi Besar Diminta Tak Lepas Tangan
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 03.29
Indonesia Dorong Adaptasi Iklim dan Kearifan Lokal dalam Pertemuan BRICS
Berita terkait
Di India, Jumhur Singgung Negara Maju yang Tak Mau Pulihkan Lingkungan
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 08.19
RI Soroti Ancaman Bencana Iklim, BRICS Diminta Tak Cuma Bahas Ekonomi
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 08.55
Jumhur: Negara Besar Tak Boleh Mundur dari Tanggung Jawab Lingkungan
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 11.32
Menteri Jumhur Berharap Negara Besar Ikut Bertanggung Jawab Pulihkan Lingkungan
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 07.31