Indonesia Dorong Adaptasi Iklim dan Kearifan Lokal dalam Pertemuan BRICS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia menekankan pentingnya adaptasi iklim, perlindungan keanekaragaman hayati, dan pemanfaatan pengetahuan tradisional dalam Pertemuan Menteri Lingkungan Hidup BRICS ke-12 di New Delhi, India (17-18 Agustus 2024). India sebagai tuan rumah dengan tema 'Membangun Ketangguhan, Inovasi, Kerja Sama, dan Keberlanjutan' menggelar forum yang diikuti 10 negara anggota BRICS. Menteri Lingkungan Hidup RI Jumhur Hidayat menyampaikan keprihatinan atas sikap negara maju yang mundur dari tanggung jawab iklim meskipun ekonomi besar. Indonesia memperkenalkan tiga praktik tradisional relevan: sistem irigasi Subak, Sasi Lompa, dan Awig-Awig. Negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau dan 60% penduduk pesisir, Indonesia menghadapi dampak iklim langsung seperti kenaikan permukaan laut dan cuaca ekstrem. Rencana Adaptasi Nasional 2026-2030 menjadi pilar utama pembangunan berkelanjutan negara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 22.18
Di Forum Anggota BRICS, Menteri LH Tegaskan Isu Iklim Bukan Agenda Pinggiran
Berita terkait
Indonesia Bawa Praktik Pengelolaan Lingkungan Berbasis Masyarakat ke Forum BRICS
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 16.38
Menteri Jumhur Sayangkan Negara Besar Mundur dari Tanggung Jawab Kolektif Pulihkan Lingkungan
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 01.00
Jumhur Dorong Kearifan Lokal Jadi Solusi Krisis Iklim di BRICS
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 00.33
Krisis Iklim Bebani Ekonomi Eropa, Kerugian Tembus Rp17.000 Triliun
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 22.31