Iran Eksekusi Mati Dua Demonstran Antipemerintah
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Otoritas kehakiman Iran mengeksekusi mati Ali Hemmati dan Majid Nik-Andish melalui hukuman gantung pada 30 September. Keduanya dinyatakan bersalah atas keterlibatan dalam kerusuhan di Kota Mashhad yang menyebabkan kematian empat personel keamanan serta kerusakan fasilitas umum. Detik.com menyebut kerusuhan terjadi pada Januari lalu, sementara CNBC Indonesia merinci peristiwa tersebut terjadi pada Januari 2026 dan aksi dimulai akhir Desember 2025.
Unjuk rasa dipicu biaya hidup yang berkembang menjadi gerakan antipemerintah. Pemerintah Iran mengklaim kekerasan dikendalikan teroris AS dan Israel, serta melaporkan lebih dari 3.000 orang tewas. Sebaliknya, LSM menuding aparat keamanan menembaki demonstran. Konflik ini berujung pada serangan gabungan AS-Israel terhadap Teheran pada 28 Februari yang memicu perang di Timur Tengah.
Pasca konflik, angka eksekusi di Iran meningkat tajam. Data Iran Human Rights dan Together Against the Death Penalty mencatat sedikitnya 1.639 orang dieksekusi sepanjang 2025, jumlah tertinggi sejak 1989. Amnesty International menempatkan Iran sebagai negara dengan eksekusi mati terbanyak kedua di dunia setelah China atau Tiongkok.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Iran Hukum Gantung 2 Demonstran Antipemerintah
30 September 2026 pukul 14.44 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Iran Hukum Gantung 2 Pria Demonstran Antipemerintah
30 September 2026 pukul 16.00 · Baca aslinya ↗