Jakarta · Senin, 31 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Islandia Tolak Lanjutkan Negosiasi Keanggotaan UE dalam Referendum 2024

Referendum Islandia pada 30 Agustus 2024 menolak lanjutkan negosiasi keanggotaan Uni Eropa dengan suara 52,8% memilih Tidak dan 47,2% memilih Ya. Keputusan ini menutup kemungkinan Islandia menjadi anggota penuh UE, sekaligus memberi mandat pemerintah untuk tidak melanjutkan proses yang telah dibekukan sejak 2013. Mayoritas suara Tolak bersumber dari daerah di luar ibu kota, sementara di Reykjavik mayoritas memilih Ya.

SindoNews menyatakan hasil suara sebesar 52,8% dan mengaitkannya dengan empat alasan utama, termasuk perlindungan industri perikanan yang menyumbang sekitar 8% dari PDB dan hampir 40% ekspor nasional. Media ini juga menyebutkan kekhawatiran Islandia terhadap Kebijakan Perikanan Bersama UE (CFP) yang berpotensi membatasi hak penangkapan ikan di ZEE yang luas. Sementara itu, VOI menekankan distribusi suara berdasarkan wilayah, dengan persentase suara Tolak mencapai 62,9% di Barat Laut hingga 53% di Barat Daya.

Meskipun ada perbedaan dalam presentasi fakta, kedua media setuju bahwa faktor ekonomi lokal, khususnya ketergantungan pada industri perikanan, menjadi pendorong utama keputusan ini. Islandia tetap terhubung dengan Eropa melalui EEA, Schengen, NATO, dan kerja sama lainnya, meskipun tidak menjadi anggota penuh UE.

Menurut tiap media