Warga Islandia Pilih Tak Lanjutkan Pembicaraan Masuk Uni Eropa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Referendum Islandia pada 30 Agustus 2024 menolak pembukaan kembali negosiasi keanggotaan Uni Eropa dengan hasil 52,8% memilih Tidak dan 47,2% memilih Ya. Mayoritas suara Tolak datang dari luar ibu kota: Barat Laut 62,9%, Timur Laut 61,2%, Selatan 60%, dan Barat Daya 53%. Di Reykjavik, mayoritas memilih Ya (Utara 57,5%, Selatan 54,5%). Referendum ini memberikan mandat kepada pemerintah untuk tidak melanjutkan negosiasi yang dibekukan 2013. Islandia mengajukan keanggotaan UE pada 2009 setelah krisis perbankan, dengan negosiasi dimulai 2010 namun dibekukan tiga tahun kemudian. European Movement mengakui kecewa namun menyoroti 47,2% pemilih masih mendukung kelanjutan negosiasi. Islandia tetap terhubung dengan Eropa melalui EEA, Schengen, NATO, dan kerja sama lainnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 01.10
4 Alasan Islandia Tolak Gabung Uni Eropa, Tak Mau Jadi Budak dan Melindungi Rakyat
Berita terkait
Bakal Ada Negara Baru Dekat RI, Mau Merdeka pada 2030
CNBC Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 19.15
Nama Keju Bikin Negosiasi Perdagangan AS-Meksiko Terhambat
Liputan6.com · 30 Agustus 2026 pukul 07.05
Polandia Minta Uni Eropa Denda Meta 250 Juta Euro karena Iklan Penipuan
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 09.10
IEU-CEPA Berlaku Januari 2027, Mendag Langsung Bidik Target Besar Ini
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 18.45