Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

KADIN Dorong Penempatan PMI Skill ke Timur Tengah Melalui Skema Syarikah

KADIN bersama lima asosiasi P3MI mengusulkan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor Skill Support Worker dan Skill Domestic Worker ke Timur Tengah melalui jalur legal, selektif, dan terukur. Usulan ini dibahas dalam audiensi strategis dengan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman pada Selasa (18/8/2026). KADIN menekankan perlunya penempatan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelindungan pekerja, sekaligus menggabungkan kebutuhan pasar kerja global, aspirasi calon PMI, serta potensi ekonomi Indonesia.

Skema Syarikah yang ditawarkan melibatkan P3MI sebagai pelaksana dan KADIN sebagai fasilitator antara pemerintah, dunia usaha, asosiasi, dan mitra negara tujuan. Penempatan direncanakan terbatas, bertahap, dan terkontrol sesuai kesiapan PMI, kapasitas P3MI, kebutuan pasar, sistem pengawasan, serta jaminan perlindungan di negara tujuan. Selain itu, digusulkan pengkajian skema pajak final bagi perusahaan P3MI guna memberikan kepastian hukum dan menyederhanakan administrasi perpajakan.

Perbedaan antara media: JPNN.com menyebut tanggal pertemuan 18 Agustus 2026 dan menekankan skema Syarikah yang "legal dan terukur", sementara Liputan6.com tidak menyebut tanggal spesifik, menyebut nama Nofel Saleh Hilabi sebagai wakil ketua KADIN, serta menambahkan rekomendasi koordinasi lintas kementerian dan penekanan pada kepastian kontrak kerja PMI.

Menurut tiap media