KAI usulkan impor KRL bekas Jepang untuk mengganti armada usia kritis
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengusulkan impor kereta rel listrik (KRL) bekas pakai dari Jepang untuk mengatasi kekurangan armada pada periode 2026-2029. Usulan ini meliputi 23 trainset tambahan, terdiri dari 7 dengan formasi 12 kereta (SF12) dan 16 dengan formasi 8 kereta (SF8), untuk menyesuaikan kemampuan infrastruktur setiap lintasan. Armada KRL saat ini sudah mencapai usia kritis 40-45 tahun dengan masalah sparepart tidak tersedia dan kelelahan logam. KAI harus mengganti minimal 87 trainset periode 2026-2031, namun produksi PT INKA belum mampu menanggapi lonjakan permintaan secara mendadak. Pemerintah kembali mengesahkan rencana impor ini setelah sebelumnya ditolak pada 2023 karena rekomendasi BPKP dan keberatan DPR. Usulan impor dipastikan aman, laik operasi, sesuai infrastruktur serta menjaga sinergi dengan industri lokal. Pada semester I-2026, jumlah penumpang KRL meningkat 11,3 persen dengan rata-rata 1,1 juta penumpang harian, bahkan bisa mencapai 1,3 juta penumpang. KAI telah memasang 18 dari 27 trainset baru (11 dari China, 7 dari INKA) sejak pengadaan dimulai 2024.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Usulan Impor KRL Bekas Jepang demi Penuhi Kebutuhan Penumpang
27 September 2026 pukul 06.34 · Baca aslinya ↗
Sempat Ditolak, Rencana Impor KRL Bekas Jepang Jalan Lagi
27 September 2026 pukul 17.30 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
KRL KAI Berusia 40 Tahun, 23 Kereta Bekas dari Jepang Disiapkan
27 September 2026 pukul 16.27 · Baca aslinya ↗