Jakarta · Sabtu, 22 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BNPB Intensifkan Water Bombing dan OMC di Kalimantan untuk Hadapi Karhutla

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dengan mengoperasikan Satgas Udara yang melibatkan helikopter untuk patroli, operasi modifikasi cuaca (OMC), dan water bombing. Operasi ini dilakukan di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat, dengan kolaborasi BMKG untuk memanfaatkan potensi awan hujan dalam OMC. Hingga Jumat (21/8), beberapa kejadian karhutla baru terdeteksi di Kabupaten Paser dan Kutai Kartanegara, dengan beberapa titik kebakaran yang sedang ditangani.

Berdasarkan laporan Detik.com, tiga helikopter melakukan 384 kali penjatuhan air dengan total 1,536 juta liter air selama operasi water bombing pada 20-21 Agustus 2026. Super Puma PK-DAN menjatuhkan 980.000 liter dalam 245 kali drop, MI8-AMT RA-22834 sebesar 228.000 liter dalam 57 kali, dan Black Hawk N711BF sebesar 328.000 liter dalam 82 kali. Operasi ini difokuskan di Lanud Sjamsudin Noor, Kalimantan Selatan, di mana dua unit patroli udara menemukan 29 titik api dengan luas 536 hektar.

Sementara itu, kumparan melaporkan bahwa BNPB mengerahkan ribuan personel dan armada udara untuk menangani karhutla di enam provinsi di Sumatra dan Kalimantan. Di Kalimantan Barat, BNPB mengerahkan 10.010 personel, 11 unit helikopter, dan enam unit water bombing, dengan dua pangkalan Satgas Udara yang dibuka di Pontianak dan Ketapang. Di Kalimantan Tengah, 10 unit helikopter dan dua pangkalan udara siap digunakan untuk operasi pemadaman dan modifikasi cuaca (OMC).

Menurut tiap media