Bagaimana Helikopter Menjatuhkan Ribuan Liter Air Tepat ke Titik Api?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama tim menerapkan operasi water bombing helikopter di Kalimantan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 20-21 Agustus 2026. Tiga helikopter melakukan 384 kali penjatuhan dengan total 1,536 juta liter air. Super Puma PK-DAN menjatuhkan 980.000 liter dalam 245 kali drop, MI8-AMT RA-22834 228.000 liter dalam 57 kali, dan Black Hawk N711BF 328.000 liter dalam 82 kali. Setiap penjatuhan rata-rata 4.000 liter, sekitar sama dengan 20 bak mandi kapasitas 200 liter. Operasi di Lanud Sjamsudin Noor, Kalimantan Selatan, dengan dua unit patroli udara yang menemukan 29 titik api dengan luas 536 hektar. Penjatuhan air membutuhkan perhitungan ketinggian, kecepatan, angin, dan medan untuk pola pembasahan optimal. Helikopter mendukung titik sulit dijangkau darat, terutama dekat permukiman dan area Bandara Sjamsudin Noor.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 13.16
Karhutla Kepung Kalimantan, BNPB Perkuat Penanggulangan dengan Satgas Udara
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 06.45
BNPB Catat 1.842 Titik Api Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan
JPNN.com · 22 Agustus 2026 pukul 00.23
Karhutla di Kalimantan Makin Parah, Puan: Harus Segera Diatasi
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 20.22
Potret Petugas Berjibaku Padamkan Karhutla di Kalimantan
Berita terkait
Rajiv Minta Kemenkeu Cairkan Anggaran Rp 290,9 M untuk Cegah Karhutla
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 20.42
Kapolri soal Karhutla di Kalimantan: Beberapa Nama Sudah Kita Amankan
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 18.09
BNPB: Konsentrasi Titik Panas Tertinggi Ada di Kalbar dan Kalteng, Kualitas Udara Semakin Memburuk
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 16.23
Anggota DPR Desak Tetapkan Karhutla Kalimantan Jadi Bencana Nasional
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 15.46