Jakarta · Rabu, 16 September 2026Cari
WargaKonoha

Kasus ISPA Melonjak di Kepri, Kalimantan, dan Riau Akibat Kebakaran Hutan

Kebakaran hutan dan lahan di Sumatra dan Kalimantan menyebabkan kualitas udara di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencapai kategori sangat tidak sehat. Berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), seluruh wilayah Kepri mencatat angka di atas 101, dengan kondisi terburuk di Kota Batam yang mencapai 171. Lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terjadi sejak akhir Agustus hingga pertengahan September 2026, dengan total kenaikan mencapai 600 kasus, naik dari 3.000 menjadi 3.600 kasus. Dinas Kesehatan Kepri mengimbau anak-anak dan lansia untuk menghindari aktivitas luar ruangan atau menggunakan masker tebal.

Di Kalimantan, pemerintah membagikan masker ke masyarakat akibat maraknya ISPA, namun WALHI mengungkapkan bahwa masker yang diberikan tidak sesuai standar, seperti N95 yang tidak cukup melindungi dari asap. Di Kalimantan Barat, tercatat 165.727 kasus ISPA dari Januari hingga 22 Agustus 2026, hampir seluruh penduduk terkena termasuk lansia, anak-anak, dan balita. Di Kalimantan Selatan, lebih dari 3.900 kasus ISPA tercatat dengan penanganan yang belum maksimal dan tidak menanggung biaya rumah sakit. Di Kalimantan Tengah, kasus ISPA meningkat 3.963 pada Agustus 2026, dengan Kota Palangka Raya mencatat 17.061 kasus tertinggi. Posko kesehatan seperti Puskesmas tidak melayani 24 jam meski pemerintah menginstruksikan, terutama pada akhir pekan.

Di Riau, kebakaran hutan dan lahan yang meluas menyebabkan lonjakan kasus ISPA. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Riau, tercatat sebanyak 11.370 kasus ISPA pada periode 1-14 September, tersebar di 12 kabupaten dan kota. Kenaikan kasus mulai terjadi sejak 19 Agustus, awalnya hanya dilaporkan di empat daerah: Siak, Kampar, Pelalawan, dan Pekanbaru. Puncak peningkatan terjadi pada 10 September dengan lebih dari 1.200 kasus baru. Meski jumlahnya tinggi, seluruh pasien masih ditangani di tingkat Puskesmas dan belum ada yang perlu dirujuk ke rumah sakit.

Menurut tiap media