Kebakaran Hutan dan Lahan Menyebabkan Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori Sangat Berbahaya
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyebabkan kabut asap pekat mengepung Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada Minggu (4/10). Kualitas udara memburuk drastis hingga masuk kategori sangat berbahaya. Berdasarkan data aplikasi ISPUnet Kementerian Lingkungan Hidup, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) mencapai 780, sementara BMKG mencatat konsentrasi partikulat halus (PM2.5) sebesar 903,6 µg/m³ pada pukul 05.00 WIB. Jembatan Musi IV hampir tak terlihat akibat kabut tebal, pengendara melaju lambat dan menyalakan lampu. Pemerintah dan Dinas Kesehatan setempat mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker, serta menghindari paparan asap tebal yang berpotensi memicu gangguan kesehatan serius seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pada anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
Foto: Dikepung Asap Karhutla, Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori Berbahaya
4 Oktober 2026 pukul 15.35 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
BMKG: Kualitas Udara di Palembang Level Sangat Berbahaya
4 Oktober 2026 pukul 19.20 · Baca aslinya ↗