Kekerasan pada Demo Gramedia Yogyakarta Luka Lima Mahasiswa UGM
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) menyayangi insiden kekerasan yang menyebabkan lima mahasiswanya terluka saat aksi unjuk rasa di Perempatan/Simpang Gramedia, Yogyakarta, pada Selasa (1/9). Aksi dimulai pukul 16.30 WIB dan berlangsung damai hingga sekitar pukul 19.00 WIB, ketika situasi mulai tidak kondusif akibat munculnya provokasi. Wakil Rektor Arie Sudjito menekankan tanggung jawab kepolisian dalam melindungi peserta aksi serta menyatakan bahwa pihak keamanan harus bertanggung jawab secara hukum atas kekerasan yang terjadi. UGM juga menyoroti adanya upaya yang mencoba memicu konflik antara mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya. Direktur Kemahasiswaan Hempri Suyatna menyampaikan bahwa kondisi aksi sempat kondusif sebelum ketegangnya situasi muncul. CNN Indonesia melaporkan bahwa UGM berencana menempuh jalur hukum terkait dugaan kekerasan yang dialami lima mahasiswanya serta satu mahasiswa UNY. Mahasiswa korban mengalami luka memar, robek, serta trauma dan sesak nafas. Rektor UGM, Arie Sudjito, menyatakan langkah hukum sebagai advokasi untuk menuntut pertanggungjawaban pelaku kekerasan dan mencegah pola berulang. Ia meminta kepolisian lebih aktif dalam memberikan perlindungan selama demo agar tidak terjadi premanisme politik.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
JPNN.com
Respons UGM Soal Mahasiswanya yang Terluka Saat Demo di Perempatan Gramedia
2 September 2026 pukul 17.34 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
UGM Bakal Tempuh Jalur Hukum Usai 5 Mahasiswanya Terluka saat Demo
3 September 2026 pukul 08.04 · Baca aslinya ↗