Jakarta · Sabtu, 5 September 2026Cari
WargaKonoha

Musim Kemarau 2026: Bali dan Sejumlah Daerah Lain Didera Kekeringan dan Karhutla

BPBD Bali mencatat 132 kejadian kebakaran selama musim kemarau 2026 (11 April–1 September), tersebar di 9 kabupaten/kota. Kabupaten Buleleng mendominasi dengan 33 kejadian, diikuti Kota Denpasar (31), Badung (15), Karangasem (14), dan Jembrana (10). Kebakaran meliputi gedung, permukuan, hutan, lahan, dan lokasi pengelolaan sampah. Musim kemarau 2026 diperkirakan lebih panjang dan kering, meningkatkan risiko kekeringan di 4 kabupaten (529 KK terdampat) serta lahan pertanian (188,55 hektare). BPBD mendistribusikan 779.200 liter air bersih untuk mitigasi dampak.

Sementara itu, BMKG memprakirakan musim kemarau 2026 di Bali akan lebih panjang, kering, dan bersuhu lebih tinggi dari kondisi normal. Kondisi ini memicu lonjakan kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kebakaran pemukiman hingga kekeringan di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bali. BPBD Bali bersama pemerintah kabupaten/kota terus meningkatkan pemantauan dan kesiapsiagaan.

Di luar Bali, Polda Sumsel menyalurkan ribuan liter air bersih ke warga Muara Lakitan yang kekeringan. BPBD DKI Jakarta menyatakan 5 wilayah berstatus siaga kekeringan dengan hari tanpa hujan mencapai 31 hari. BPBD Ponorogo juga menyalurkan 31.000 liter air bersih kepada 342 warga yang terdampak kekeringan di dua desa.

Menurut tiap media