Jakarta · Jumat, 2 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Kelangkaan Beras Premium di Ritel Modern Akibat Ketidakmerataan Distribusi

Kelangkaan beras premium 5 kg di sejumlah ritel modern tidak mencerminkan krisis pasokan nasional. Menurut Bapanas, stok beras medium dan premium justru aman dan tidak ada kekurangan pasokan secara keseluruhan. Permasalahan terletak pada ketidakmerataan distribusi dari pusat distribusi (DC) ke jaringan ritel, bukan pada kelangkaan stok itu sendiri. Beberapa gerai masih memiliki stok penuh, sementara gerai lain mengalami kekurangan karena informasi dari ritel yang belum lengkap dan belum meratakan penyaluran dari DC ke masing-masing lokasi ritel. Di pasar tradisional seperti Pasar Warung Buncit dan Pasar Mampang, stok beras premium dan medium tetap aman meski harga naik tipis. Harga beras premium di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta berada di kisaran Rp14.200 per kg, masih di bawah HET Zona I sebesar Rp14.900 per kg. Produsen cenderung memasok pasar tradisional karena margin keuntungan lebih menguntungkan dibandingkan ritel modern yang memberlakukan potongan harga. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah telah memperketat pengawasan terhadap distribusi beras selama beberapa bulan terakhir. Bapanas bersama Satgas Pangan dan Bulog aktif mengawal agar pasokan beras yang sudah berada di DC dapat disalurkan secara merata ke seluruh jaringan ritel. Pengawasan ini melibatkan kolaborasi dengan Bulog, yang menyumbang sekitar 10% pasokan beras, sementara sisanya berasan dari produsen swasta yang juga didistribusikan melalui jaringan DC yang sama. Bulog telah memerintahkan penarikan hampir 90 persen produksi bermasalah label dan mutunya.

Menurut tiap media