Jakarta · Senin, 5 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Kematian di Lab Wabah Rusia Picu Kepanikan, Ratusan Dikarantina dan Kesiapsiagaan Ditingkatkan

Seorang peneliti perempuan berusia 28 tahun di Institut Penelitian Anti-Wabah Irkutsk, Siberia, Rusia, meninggal dunia akibat pneumonia dengan penyebab yang belum diketahui. Otoritas Rusia sedang menyelidiki dugaan kebocoran agen infeksi berbahaya di fasilitas tersebut. Muncul kekhawatiran terkait pneumonic plague (wabah paru) yang disebabkan bakteri Yersinia pestis karena sifatnya yang dapat menular antarmanusia melalui partikel pernapasan.

Sebagai langkah antisipasi, pabrik aluminium sekitar mewajibkan penggunaan masker. Laporan tidak resmi menyebutkan hampir 200 orang berada di bawah pengawasan medis dan adanya karantina di satu rumah sakit bersalin di Shelekhov, meski belum dikonfirmasi resmi oleh pemerintah. Rospotrebnadzor menyatakan situasi epidemiologi wilayah tersebut masih stabil, sementara WHO dan CDC memantau perkembangan situasi guna memastikan penanganan yang tepat.

Kementerian Kesehatan Indonesia meningkatkan kesiapsiagaan respons insiden lab wabah pasca kematian pekerja di laboratorium wabah Russia yang diduga akibat pneumonia. Hingga 5 Oktober 2024, belum ada notifikasi resmi melalui IHR NFP atau WHO EIS. Di Bali, bandara dan pelabuhan internasional menerapkan pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP), observasi gejawa, risk based assessment (RBA) pada alat angkut, serta surveilans tikus dan pinjal pada tikus. Sekitar 200 orang yang berkontak dengan korban di Russia diobservasi medis. Kemenkes mengimbau masyarakat memantau perkembangan kasus global dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Menurut tiap media