Kemenhub Melakukan Audit Empat Operator Kapal Setelah Rangkaian Kecelakaan Laut
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengaudit empat operator kapal yang terlibat dalam kecelakaan laut terbaru, yaitu KMP Mutiara Sentosa II, KMP Putri Yasmin, KLM Nurul Salsa 01, dan KM Prince Soya. Audit ini bertujuan menilai kepatuhan terhadap standar keselamatan pelayaran dan menentukan tingkat kesalahan operator. Hasil audit akan menjadi dasar penerapan sanksi, mulai dari teguran tertulis, pembekuan rute, hingga pencabutan izin operasi. Jika ditemukan unsur pidana, kasus akan diteruskan ke aparat penegak hukum.
Salah satu masalah yang ditemukan adalah ketidaksesuaian manifes penumpang, di mana penumpang tambahan masuk ke kapal setelah Surat Persetujuan Berlayar (SPB) diterbitkan tanpa dilaporkan ke otoritas pelabuhan. Kemenhub menargetkan integrasi sistem tiket dengan proses boarding ke dalam satu data tunggal secara real-time, sehingga kapal tidak boleh diberangkatkan sebelum jumlah penumpang akhir dikonfirmasi.
KNKT merekomendasikan penerapan regulated agent untuk pengawasan muatan berbahaya dan penguatan patroli kebakaran di area geladak. Terdapat perbedaan laporan mengenai persentase kebakaran pada kapal Ro-Ro: Media Indonesia melaporkan 64 persen, sementara Liputec6.com menyebutkan 44 persen dari 46 kecelakaan Ro-Ro penumpang antara 2008-2026.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Media Indonesia
Kemenhub Audit Empat Operator Kapal Buntut Rangkaian Kecelakaan Laut
19 Agustus 2026 pukul 20.43 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Kemenhub Bakal Audit Operator Usai Kecelakaan Empat Kapal
19 Agustus 2026 pukul 21.35 · Baca aslinya ↗
Liputan6.com
Kemenhub Audit 4 Operator Kapal Usai Rentetan Kecelakaan
20 Agustus 2026 pukul 08.40 · Baca aslinya ↗