Kemenperin Dorong Indonesia Jadi Pusat Industri Halal Dunia dengan Standar Global
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya meningkatkan standar dan daya saing produk halal Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar global. Upaya ini mencakup peningkatan produktivitas, inovasi, serta pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan sertifikasi halal. Dengan demikian, produk nasional diharapkan kompetitif di pasar domestik, pengadaan pemerintah, dan ekspor.
Untuk mempercepat ini, Kemenperin menggelar Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2026 pada 24-27 September 2026 di ICE BSD City, Tangerang. Pameran ini menempati lahan 12.740 meter persegi dengan harapan menarik lebih dari 30.000 pengunjung dan mengundang 400+ pelaku industri dari 15 negara seperti Uzbekistan, Vietnam, Amerika Serikat, dan Malaysia. Dari 236 pelaku industri yang mendaftar, 174 dipilih untuk hadir, termasuk 20 perusahaan besar dan 154 IKM. Selain pameran, Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 akan digelar dengan 1.091 peserta, di mana 97 terpilih masuk fase penjurian.
Kemenperin juga memfasilitasi Showcase Produk Unggihan Dalam Negeri melalui P3DN serta Coaching Clinic TKDN bersama LVI untuk membantu pelaku industri memahami sertifikasi TKDN dan halal. Langkah ini bertujuan memperkuat jaringan pasar domestik dan global.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
SINDOnews
Produk Halal Indonesia Didorong Penuhi Standar dan Kebutuhan Pasar Global
20 September 2026 pukul 15.56 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Menperin Agus Gumiwang Bidik Indonesia Jadi Pusat Industri Halal Dunia
21 September 2026 pukul 09.34 · Baca aslinya ↗