Kemenperin Perkuat Ekosistem Industri Halal untuk Akses Pasar Global
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengembangkan kolaborasi dengan sektor keuangan dan mitra internasional guna memperkuat ekosistem industri halal nasional. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan pengembangan ini memerlukan pendekatan menyeluruh mencakup industri, kawasan, pembiayaan, rantai pasok, teknologi, hingga akses pasar untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha di pasar global.
Kemenperin fokus pada peningkatan kapasitas, fasilitasi sertifikasi halal, penguatan rantai pasok, serta inovasi produk, terutama menjelang pemberlakuan Wajib Halal pada 18 Oktober 2026. Namun, Kepala BSKJI Kemenperin Emmy Suryandari menekankan bahwa sertifikasi halal saja tidak cukup untuk menembus pasar global. Sertifikasi harus menjadi bagian dari peningkatan nilai tambah dan daya saing yang didukung ekosistem terintegrasi.
Indonesia diproyeksikan menjadi produsen utama rantai pasok halal global berkat pasar domestik yang besar dan SDM yang berkembang. Potensi tersebut perlu diterjemahkan menjadi kapasitas produksi kompetitif agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen utama melalui strategi branding dan kualitas produk yang tepat.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
JawaPos
Perkuat Industri Halal, Kemenperin Buka Peluang Jenama Lokal Mendunia
27 September 2026 pukul 17.00 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Kemenperin: Sertifikasi Halal Tak Cukup, Produk RI Masih Sulit Tembus Pasar Global
29 September 2026 pukul 12.37 · Baca aslinya ↗