Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kericuhan Hari Damai Aceh: Massa Iklan Bendera Bulan Bintang, Aparat Larang dan Tembakkan Peringatan

Peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh di Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026), berakhir ricuh di kawasan Masjid Raya Baiturrahman. Insiden dimulai saat sejumlah massa mencoba mengibarkan Bendera Bulan Bintang, yang identik dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), di kompleks masjid. Aparat TNI yang sedang bertugas melarang aksi tersebut, diikuti dengan tembakan peringatan ke udara, yang memicu panik massa dan bentrokan. JPNN.com melaporkan penertiban aparat keamanan terhadap pengibaran bendera tersebut, sementara Warta Ekonomi menyebutkan terjadi dugaan pelepasan Bendera Merah Putih dan perusakan Lambang Negara Garuda Pancasila. Perbedaan ini tidak dijelaskan secara rinci oleh kedua sumber.

Menko Kumham Yusril Ihza Mahendra mengajak seluruh pihak menjaga ketenangan dan kedamaian demi keutuhan NKRI. Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menilai kericuhan hanya melibatkan segelintir oknum dan tidak mencerminkan seluruh masyarakat Aceh. Ia menegaskan rakyat Aceh tetap bagian dari NKRI, situasi telah kembali kondusif, dan Bendera Merah Putih kembali berkibar. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan situasi seluruhnya terkendali dengan langkah penanganan di beberapa wilayah.

Pemerintah pusat menekankan bahwa keamanan telah dipulihkan dan tidak ada ancaman integritas NKRI dari insiden tersebut. Peringatan Hari Damai, yang seharusnya menjadi momentum berakhirnya konflik bertahun-tahun di Aceh, justru dimanfaatkan pihak tertentu untuk memicu ketidakkondusifan. Insiden tersebut tidak berlangung lama, dan situasi di Aceh kini kembali kondusif.

Menurut tiap media